Mikroskop

Di atas adalah contoh gambar mikroskop binokuler, yaitu mikroskop dengan 2 lensa okuler (lensa yang berhadapan langsung dengan mata).

Hematology Analyzer

Hematology Analyzer adalah alat yang digunakan untuk pemeriksaan darah terutama sel-sel darah.

Centrifuge

Centrifuge adalah alat yang digunakan untuk memisahkan suatu cairan dari partikelnya dengan cara diputar dengan kecepatan tinggi, sehingga dihasilkan endapan dan supernatan.

Profesi Analis Kesehatan

Profesi yang membutuhkan ketekunan, keuletan, ketrampilan, dan tanggung jawab yang tinggi. Dituntut sabar dalam setiap melakukan suatu pemeriksaan.

Analis Kesehatan

Seorang Analis Kesehatan berperan sangat vital terhadap kesembuhan seorang pasein, karena diagnosa seorang dokter bertumpu pada hasil pemeriksaan seorang Analis Kesehatan.

Tampilkan postingan dengan label anatomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anatomi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juli 2012

Materi Kuliah D3 Analis Kesehatan Semester 1, Anatomi Fisiologi ( SISTEM REPRODUKSI WANITA )


SISTIM REPRODUKSI WANITA

Alat Reproduksi Wanita Dibagi 2 Bagian
I. Alat Genitalia (Reproduksi) Bag. Luar
   1. Mons Veneris
   2. Bibir Besar (Labia Mayora)
   3. Bibir Kecil (Labia Minora)
   4. Klitoris
   5. Vestibulum
   6. Himen (Selaput Dara)
   7. Kelenjar Bartholini, Skene.

II. Alat Genetika (Reproduksi) Bag. Dalam.
 
    1. Liang Senggama (Vagina).
    2. Rahim (Uterus).
    3. Kedua Tuba Fallopii.
    4. Kedua Indung Telur.
    5. Parametrium, Jaringan Ikat Penyangga.

ALAT GENETALIA BAGIAN LUAR

MONS VENERIS
Bagian yg menonjol pd bag. dpn simfisis.
Tdd jaringan lemak & sedikit jaringan ikat.
Stlh dws tttp o/ rmbt yg btknya segi 3.

LABIA MAYORA
Merupakan kelanjutan dr Mons Veneris, berbentuk lonjong
Kedua bibir ini dibagian bawah bertemu membentuk perineum.
Permukaan terdiri dari :
   - Bagian Luar : tttp rmbt yg mrpk keljt. Dr
     rmbt pd mons veneris.
   - Bagian Dalam : tanpa rmbt, mrpk slpt yg
     mgndg keljr sebasea (lemak).
LABIA MINORA
Merupakan lipatan di bag. Dlm bibir besar, tanpa rambut.
Di bagian atas klitoris.
Bibir kecil bertemu mmbtk klitoridis dan di bag. Bawah bertemu mbntk prenulum klitoridis.
Bibir kecil ini mengelilingi orifisium vagina.

KLITORIS
Alat Reproduksi luar yang bersifat erektil.
Mengandung banyak pembuluh darah, dan serat syaraf sensoris sehingga sangat sensitif.
Analog dgn penis pada laki-laki.
VESTIBULUM
A. Merupakan alat rep. bag. Luar yg dibatasi oleh :
Kedua bibir kecil.
Bag. Atas klitoris
Bag. Blkg. (bawah) pertemuan kedua bibir kecil.
B. Pada vestibulum terdapat muara :
Uretra
2 lbg sal. Kelenjar bartholini
2 lbg sal. Kelenjar skene
KELENJAR BARTHOLINI
Kelenjar yang penting di daerah vulva dan vagina, karena dpt mengeluarkan lendir.
Pengeluaran lendir meningkat saat hubungan seks.
HIMEN (Selaput Dara)
Merupakan jaringan yang menutupi lubang vagina, bersifat rapuh dan mdh robek.
Himen ini berlubang shgg mjd sal dari lendir yang dikeluarkan uterus dan darah saat menstruasi.
Bila Himen ttp menimbulkan gejala klinis stlh mendapat menstruasi.
Setelah persalinan sisanya disebut karunkule himenalis/karunkule mirtiformis.
ALAT GENITALIA BAGIAN DALAM

VAGINA
Merupakan saluran muskulo membraneus yg menghubungkan rahim dgn vulva.
Jaringan muskulusnya mrpk kelanjutan dari muskulus sfingter ani & M. levator ani. Oki dpt dikendalikan.
Vagina terletak ant. Kandung kemih dan rektum.
Pjg bag. Dpn sekitar 9 cm, & ddg bag. Blkg sktr. 11 cm.
Pada ddg vagina terdapat lipatan2 melintang, disebut rugae dan terutama di bag. bawah.

UTERUS
Mrpkn jrgn otot yg kuat, terletak di pelvis minor diantara kdg kemih dan rektum.
Ddg blkg dan dpn serta bag. Atas tttp peritonium, dan bag bwh berhub. Dgn kdg kemih.
Btk uterus spt bola lampu dan gepeng.
U/ mempertahankan posisinya, uterus disangga bbrp ligamentum, jrgn ikat dan parametrium.
Uk. Uterus tergantung dr. usia wnt dan paritas. Anak2 2-3 cm, nulipara 6-8 cm, multi 8-9 cm.


Ddg uterus terdiri dari 3 lapisan :
    1. Peritonium
         - Meliputi ddg rahim bagian luar.
         - Menutupi bag. Luar uterus.
         - Mrpkn penebalan yg diisi jrgn ikat &  
           Pmblh drh limfe & urat syaraf.
         - Meliputi tuba dan mencapai ddg
           abdomen.


2. LAPISAN OTOT

Terdiri dari 3 lapisan :
Lapisan luar
Lapisan dalam
Lapisan Tengah
  Lapisan tengah ditembus o/ pemblh drh arteri &
  Vena.
  Lengkungan serabut otot ini membntk angka 8,
  shg saat terjadi kontraksi pembuluh drh terjepit
  rapat, sehingga perdarahan berhenti.

3. Selaput Lendir Kavum Uteri ( Endrometrium)
Terdapat lubang kcl yg mrpkn muara dr kelenjar endometrium.
Variasi tbl tipisnya dan fase pengeluaran lndr endometrium ditentukan o/ perubahan hormonal dlm siklus menstruasi.
Pada saat konsepsi, endometrium mengalami perubahan mjd decidua shgg memungkinkan terjadi nidasi.
Lapisan epitel cerviks berbntk silindris & bersifat mengeluarkan cairan bersifat terus menerus, shg dapat membasahi vagina.

Keddkn uterus dlm tulang panggul dittnkn o/ tonus otot rahim, t. ligamentum yg menyangga, t. otot2 dsr panggul. Ligamentum penyangga uterus adalah ligamentum latum, L. rotundum, L. infundibulo pelvikum, L. kardinale, L. sacro uterinum, L. vesiko uterinum.

Pemblh. Drh uterus.
      - Berasal dr arteri uterina & A. ovarika.
      - Arteri uterine mrpkn cab. Dr. A. hipogastrika mll
        ligamentum Latum, menuju uterus setinggi osteum
        uteri internum.
      - Pmblh drh vena masuk menuju vena cava inferior.

Susunan Syaraf Uterus
      - Kontraksi otot rahim bersifat otonom, dikendalikan o/
        syaraf simpatis dan parasimpatis.

TUBA FALOPII
Terdpt diatas Ligamentum Latum
Pjg 12 cm, diameter antara 3-8 mm
Terbagi mjd 4 bag :
      1. Pars Interstitialis terletak diantara otot rahim, mulai
          dr oesteum internum tuba.
      2. Pars Isthmika Tubae, mrpkn bag. Yg plg sempit.
      3. Pars Ampularis Tubae, bag. Tuba yg plg luas dan
          berbentuk “S”
      4. Pars Infundibulo Tubae, bag. Akhir tuba yg memiliki
          umbai, yg di sebut fimbriae tubae.
Fungsi tuba : u/ menangkap ovum yg dilepskn saat ovulasi, tempat terjadinya konsepsi, & tmpt pertumb & perkemb. Hsl konsepsi
OVARIUM
Terdapat 2 buah yaitu kanan & kiri.
Tddr 2 Bag. :
a. Korteks ovarii
    - Mengandung folikel primordial
    - Berbagai fase pertumb. Folikel menuju folikel
      de graff
    - Terdapat korpus luteum & albikants
b. Medula ovarii    
    - Terdpt pemb. Drh dan limfe
    - Terdpt serat syaraf
PARAMETRIUM
Adalah jrgn ikat yg terdpt di antara kedua lbr ligamentum Latum.
Dibatasi oleh :
Bag. Atas terdpt tuba falopii dgn mesosalping
Bag. Dpn mengandung ligamentum teres uteri.
Bag. Kaudal berhub. Dg. Mesometrium
Bag. Blkng terdpt Ligamentum ovarii proprium
PERTUMBUHAN ALAT GENITALIA WANITA
Berasal dari duktus muller (Tuba falopii, uterus, Vagina bag. Atas) & kloaka (Vagina bag. bwh dan himen, kandung kemih, anus).
Kegagalan pertmbhn dr duktus muller dan pertemuannya dg kloaka dpt menimbulkan bebagai bentuk kelainan konginetal pd vagina

Sumber :
    Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, Oleh Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, Sp.OG.

Materi Kuliah D3 Analis Kesehatan Semester 1, Anatomi Fisiologi ( Sistem Reproduksi Pria )


Sistem Reproduksi Pria

Spermatogenis
Struktur Testis


Organ reproduksi pria terdiri dari :
Testis
Vesikula seminalis
Prostat
Bulbo uretralis
Epididimis
Urethra
Skrotum
Penis
1. Testis
Berada dalam kantung skrotum merupakan organ kelamin laki-laki tempat dibentuknya sperma (sel mani) dan hormone laki-laki yaitu hormone testosterone.  Testis tergantung di dalam kantung skrotum, tetapi dapat ditarik ketas menuju kehangatan tubuh dengan konstriksi otot kremaster. Didalam skrotum, testis dikelilingi oleh tunika albuginea, suatu lapisan fibrosa tebal yang menembus ke arah dalam membagi testis menjadi lobulus setiap testis mengandung sekitar 200 lobulus.
Pada kondisi paha bagian dalam digaruk, secara reflek otot kremaster akan mengangkat testis kearah tubuh. (sebagai test neurologis).
lanjutan
Testis, pada waktu janin berkembang didalam abdomen, menjelang akhir kehamilan testis masuk kedalam skrotum, turun melalui saluran inguinal kiri dan kanan  (hal ini dapat dilihat sesudah bayi lahir)
Dalam lobulus terdapat sekitar tiga tubulus seminiferus ± 0,2 mm dan diantara tubulus seminiferus terdapat sel-sel interstitial Leydig. Dalam tubulus terdapat sel spermatogenik dan sel penunjang yaitu  sel sertoli .
Fungsi testis :
Membentuk sel sperma (spermatozoa) dilakukan ditubulus seminiferus
Menghasilkan hormone testoteron (hormone kejantanan) dilakukan oleh sel interstitial Leydig
Hormone testoteron :
Pada pubertas pengaruhnya : pengembangan sifat-sifat kelamin sekunder yaitu tumbuhnya jenggot, kumis, suara lebih besar, pembesaran organ-organ genitalia.
Sperma dihasilkan di tubulus seminiferus disimpan diepididimis  terkonsentrasi  matang  bergerak. Spermatogenesis pada manusia optimum dicapai pada suhu 2-3oC dibawah suhu inti tubuh
2. Epididimis
Saluran yang bergelung berbentuk koma, panjang ± 6 cm bermuara ke vasdeferens
Epididimis terdiri dari kepala/kaput, badan (korpus) dan ekor (kauda) epididimis.
Vasdeferens (duktus deferens)
Merupakan kelanjutan epididimis, berjalan dari kauda epididimis ke duktus ejakulatorius (bergabung dengan saluran vesikula seminalis), panjang ± 40-50 cm
Duktus deferens berjalan bersama pembuluh darah dan syaraf dalam funikulus spermatikus.
3. Vesikula seminalis
Kelenjar panjangnya ± 5-10 cm, berupa kantung berbentuk pyramid. Mengeluarkan secret yang alkalis, bersama cairan prostat menghasilkan cairan semen (air mani) ; terletak antara dasar kandung kemih dan rectum. Mempunyai duktus vesikula seminalis, yang bergabung dengan duktus deferens membentuk duktus ejakulatorius; yang bermuara di urethra pars prostatika
Fungsi semen (air mani) :
Sebagai pelindung spermatozoa dan pengangkut sperma.
4. Kelenjar prostat
Terletak dibawah vesika urinaria melekat pada dinding bawah vesika urinaria disekitar urethra bagian atas (urethra pars prostatika), kira-kira sebesar buah kenari; mengelilingi urethra.
Terdiri dari ± 20-50 satuan kelenjar yang lebih kecil, masing-masing memiliki saluran ke duktus ejakulatorius.

Cairan prostat bercampur dengan cairan dari vesikula semilunaris. Kelenjar prostat dapat diraba dari rectum, terdiri dari 4 lobus, yaitu :
Lobus posterior
Lobus lateral
Lobus anterior
Lobus medial
4. Kelenjar bulbo urethralis
Terletak disebelah bawah dari kelenjar prostat. Fungsinya sama dengan kelenjar prostat.
5. Urethra
Merupakan saluran kemih pada pria yang sekaligus merupakan saluran mani (saluran ejakulasi)
Pengeluaran urine tidak bersamaan dengan ejakulasi karena diatur oleh kontraksi prostat.
6. Skrotum
Merupakan kantung didasar pelvis; tempat testis berada, terdiri dari kulit tanpa lemak dan tanpa rambut. Testis berada dalam pembungkus tunika vaginalis. Kulit skrotum berpigmen membentuk lipatan. Skrotum dilapisi otot dartos, yang berkontraksi sebagai respons terhadap dingin
Musculus cremaster yang menggantungkan testis dalam skrotum. Kulit skrotum mengandung sebacea.
8. Penis
Terletak menggantung didepan skrotum. Didalam penis terdapat saluran urethra (saluran untuk urine dan sperma), memungkinkan pemasukan/penyaluran sperma kedalam vagina.
Ada 3 bagian penis :
Ujung : glans penis
Tengah : korpus (batang) penis
Pangkal : akar/radix/pangkal penis

Glans penis tertutup oleh lipatan kulit yaitu prepusium (kulup)
Penis memiliki jaringan erektil (alat pengeras zakar) yaitu :
Korpus kavernosum
Korpus spongiosum
Penis terdiri atas jaringan seperti busa; dengan rangsangan seksual rongga busa ini akan dipenuhi darah  terjadi ereksi penis.
Ereksi penis dipengaruhi otot-otot :
Musculus iskia kavernosus, musculus erector penis
Musculus bulbo kavernosus, untuk mengeluarkan urine.
Korpus kavernosus terdiri dari jaringan yang mengandung banyak pembuluh darah.
Kelainan-kelainan :
Saluran reproduksi pria bisa tersumbat diepididimis atau vas deferens sehingga penyaluran sperma terhambat.
Kelenjar prostat dapat membesar
Hypertrophie jinak
Karsinoma prostat

Materi Kuliah D3 Analis Kesehatan Semester 1, Anatomi Fisiologi ( SISTEM PERSYARAFAN )


SISTEM PERSYARAFAN
Mengingatkan kembali pengertian istilah sistem dibidang anatomi, yang berarti tersusun dari : sekumpulan organ. Organ dari jaringan, jaringan dari sekian banyak sel. Khususnya pada sistem persyarafan, didalamnya terdapat jaringan syarafyang terdiri atas sel-sel syaraf yaitu NEURON. Neuron berada dalam massa penyokong syaraf disebut NEUROGLIA.


Susunan syaraf dibagi atas 2 bagian :
Susunan saraf pusat atau serebrospinal : terdiri dari otak, sumsum tulang belakang dan urat-urat saraf yang tumbuh dari otak dan sumsum tulang belakang; disebut urat saraf perifer / tepi
Susunan saraf otonom, yang meliputi susunan saraf simpatik dan susunan saraf parasimpatik
Sel saraf membentuk yang disebut SUBSTANSI KELABU. Serabut saraf atau axon membentuk substansi putih. Axon diselimuti sarung meduler, yang berfungsi melindungi, memberi makan dan memisahkan serabut saraf yang satu dari yang lainnya.
NEURON
STRUKTUR NEURON
Nueron terdiri dari :
Badan sel atau soma didalamnya terdapat nukleus dan organella lain.
Dendrit
Merupakan tonjolan sitoplasma didalamnya terdapat organela sel, menghantarkan impuls saraf menuju badan sel saraf.
Axon
Tonjolan sitoplasma, terlapisi selubung mielin, menghantarkan impuls saraf, menjauhi sel saraf (keluar dari sel saraf).

Neuron yang satu dengan neuron yang lainnya berhubungan melalui SYNAPSES, dengan adanya Synapses ini maka impuls saraf dapat dihantarkan sampai ketempat lain yang jauh dan ke neuron lain
1. SISTEM SARAF PUSAT
Encephalon  : Otak Adalah alat tubuh yang sangat vital karena merupakan pusat komputer dari semua alat tubuh , terletak dalam rongga tengkorak dibungkus oleh selaput otak yang kuat (meningen)
Proencephalon
Telecephalon, kemispherium
Dieucephalon : thalamus, metathalamus, hypothalamus, epithalamus, subthalamus.
Mesencephalon
Tectum mesencephali
Segmentum mesencephali
Peduncules cerebri
Rhomencephalon
Metencephalon : PONS dan cerebellum
Myelencephalon : medulla oblongata
Medulla Spinalis
otak
2. SISTEM NERVOSUM PERIPHERICUM
Meliputi :
Nervus (saraf) cranialis
Nervus (saraf) spinalis
Nervus (saraf) otonom

a. Saraf Kranialis (nervus Cranialis) terdiri dari :


b. Saraf Spinalis
Dibagi menjadi beberapa kelompok, menurut lokasi medulla tempat saraf timbul

Kelompok spinalis :
Segmen cervicalis : 8 pasang
Segmen thoracalis : 12 pasang  mempersarafi otot-otot dada dan dinding abdomen
Segmen lumbalis : 5 pasang
Segmen sakralis : 5 pasang
Segmen coxygeus : 1 pasang

Nervi spinalis menginervasi sebagian besar kulit (cutan) tubuh dan musculuskeletal.
Saraf ini muncul dari segmen-segmen medulla spinalis melalui 2 akar yaitu akar (radix) anterior dan akar (radix) posterior.
Nervus (saraf) spinalis merupakan gabungan dari radix anterior dan radix posterior.
Radix anterior  terdiri dari serabut effrent atau motorik yang menuju ke efektor (otot), radix ini pangkalnya di Cornu anterior medulla spinalis.

Serabut motorik membentuk berbagai cabang yang menjadi plexus saraf anggota gerak dan membentuk saraf interkonstalis pada daerah toraks. Plexus saraf tersebut adalah :
Plexus cervicalis
Plexus brachialis
Plexus lumbo sacralis

Radix posterior terdiri dari serabut afferent atau sensorik yang menuju ke medulla spinalis dan masuk di cornu posterior; serabut menghantar impuls saraf dari receptor di daerah kulit (cutan) dan musculo skeletal
Pada radix posterior nervi spinalis pada umumnya terdapat ganglion spinalis, yaitu sekumpulan badan sel saraf yang terletak didalam susunan saraf tepi, diluar susunan saraf pusat.
SISTEM SARAF OTONOM
Saraf otonom meliputi saraf simpatis berpusat di medulla spinalis, segmen thoracolumbalis dan saraf parasimpatis pusatnya di cranio sacral. Cranial melalui nervi cranialis okula motorius (III), facialis, glosso pharingeus dan nervus vagus serta segmen sacralis 2-4 medulla spinalis
Saraf otonom mensarafi semua organ dalam (visera) dan pembuluh darah; saraf simpatis mempersarafi pembuluh darah, kelenjar keringat, otot yang dibawah kelenjar keringat
Saraf parasimpatis terutama terdiri dari nervus vagus (X) mempersarafi organ-organ toraks,abdomen.
Medulla spinalis
Merupakan bagian dari sistem saraf pusat
Berada dalam canalis vertebralis; terbentang dari foramen magnum sampai setinggi tepi caudal corpus vertebra lumbalis 1 dan 2
Medulla spinalis ke cranial berhubungan dengan medulla oblongata, ke caudal berakhir sebagai konus medullaris yang dikelilingi akar saraf disebut kauda equina.
Tampak pelebaran di daerah cervical dan daerah lumbo sacral, pelebaran ini disebut intumescentia

intumescentia berturut-turut dari cranial ke caudal yaitu intumescentia cervicalis dan intumescentia lumbosacralis. Disamping ada intumescentia tampak juga adanya radix (akar) nervi spinalis yang berpangkal pada medulla spinalis; radix ini bergabung membentuk nervus spinalis.
Nervi spinalis yang berpangkal di intumescentia cervicalis membentuk plexus brakhialis dan yang berasal dari lumbosacralis membentuk plexus lumbosacralis.
Cervical_plexus
Brachial_plexus
lumbar_plexus
sacral_plexus

Plexus sevicalis (saraf C1 s/d C4) : berada di dalam leher dibawah otot sterno mastoid  cabang-cabang mempersarafi beberapa otot leher. Saraf Frenikus memepersarafi diafragma.
Plexus brachialis (saraf C5 s/d C8 dan T1) : dibelakang clavikula dan axilla  mempersarafi otot lengan, beberapa otot leher dan dada.

Plexus sacralis (saraf lumbal IV, V, dan saraf sacralis) : bergabung membentuk  nervus iskiadicus Melayani otot paha  bercabang menjadi nervus popliteus medialis dan lateralis  mempersarafi otot paha belakang dan depan, bawah lutut
Plexus lumbalis (saraf L1 s/d L4) : terletak dalam otot polos. Plexus ini menyalurkan nervus femoralis mempersarafi otot sebelah depan paha dan nervus obturatorius mempersarafi paha sebelah dalam.

Medulla spinalis terbungkus meningen (selaput otak). Meningen tersusun atas 3 lapisan dengan urutan dari superficial ke profundus yaitu :
Duramater spinalis
Arachnoideamater spinalis
Piamater spinalis
Rongga di superficial duramater spinalis disebut cavitas (rongga) epidural.
Dibagian profundus (dalam) duramater spinalis terdapat arachnoideamater spinalis
Diantara arachnoideamater spinalis dengan piamater spinalis (di profundus arachnoideamater spinalis) terdapat cavitas (rongga) sub arachnoideamater.
Rongga ini ke caudal terbentang sampai setinggi vertebra sacralis II, di dalam rongga ini terdapat liquor cerebro spinalis (cairan cerebro spinalis). Pengambilan liquor cerebro spinalis (pungsi lumbal) dilakukan di daerah antara vertebra lumbal II sampai vertebra sacralis I
Cairan Cerebrospinalis
Cairan bersih,tidak bau, terdapat di ruang sub arachnoid dan ventricel otak
Cairan ini di sekresi oleh Koroid plexus
Fungsinya :
Melindungi otak dan medulla spinalis dengan membentuk bantalan air.
 Melembabkan alat-alat dalam medulla spinalis dan otak
Melicinkan alat-alat dalam medulla spinalis dan otak
STRUKTUR MEDULLA SPINALIS
Bila dipotong secara melintang, maka tampak bangunan berwarna putih dibagian tepi (perifer) disebut substansia alba, dan dibagian central ada masa (bagian) yang gelap / abu-abu disebut substansia grisea.
Substansia alba tersusun dari serabut-serabut syaraf ascendens sensorik maupun motorik (descendens), yang berselubung mielin. Substansia grisea tampak lebih gelap (keabu-abuan) karena tidak memiliki selubung mielin. Dibagian central substansia grisea terdapat canalis centralis.
Medulla Spinalis
Nervus Spinalis


Plexus servicalis
Dibentuk oleh cabang-cabang saraf servicalis dengan bervus vagus dan nervus asesorius
Plexus brakialis
Dibentuk oleh persatuan cabnag-cabang anterior dari saraf servical IV dan torakal I, saraf terpenting nervus mediana, nervus ulnaris mempersarafi anggota gerak atas
Plexus lumbalis
Dibentuk oleh serabut saraf torakal 12, saraf tersebar yaitu nervus femoralis dan nervus obturator
Dibentuk dari saraf lumbal dan sakral, saraf skiatik mempersarafi otot anggota gerak bawah
MENINGEN (SELAPUT OTAK)
Selaput yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang.
Meningen melindungi :
Struktur saraf halus
Pembuluh darah dan cairan serebrospinalis
Memperkecil benturan atau getaran
Meningen tersusun dari 3 lapisan :
Duramater (superficial) : selaput keras pembungkus otak berasal dari jaringan ikat tebal dan kuat.
Duramater terdiri dari :
dibag. tengkorak
Selaput tulang tengkorak
Duramater propia
dibag. tertentu mengandung rongga
Sinus longitudinal superior antara kedua hemisfer otak

2. Arachnoid (bagian tengah) : selaput halus yang memisahkan duramater dengan pia mater, membentuk sebuah kantong yang berisi cairan otak yang meliputi seluruh sistem saraf pusat.
3. Pia mater (bagian dalam) : selaput tipis yang terdapat pada permukaan jaringan otak. Pia mater berhubungan dengan arachnoid.
Meningen
OTAK DEPAN (CEREBRUM)
Lapisan luar cerebrum disebut cortex cerebri, tersusun atas badan (zat) abu-abu (badan sel) yang berlipat-lipat disebut giri, yang dipisahkan oleh sulcus
Otak mempunyai 2 permukaan :
Permukaan atas : dilapisi cortex cerebri (zat abu-abu)
Permukaan bawah : dilapisi zat putih mengandung serabut saraf
OTAK DEPAN
OTAK DEPAN
Potongan diafragmatik Otak

Cerebrum terbagi menjadi 2 hemisfer kanan dan kiri oleh Fissura longitudinalis
Cerebrum terbagi menjadi beberapa lobus :
Lobus frontalis
Lobus parietalis
Lobus temporalis
Lobus oksipitulis
Tiap lobi merupakan tempat pusat fungsional yang penting, pusat motorik, sensorik, pendengaran, penciuman, penglihatan.
CEREBRUM
Mengingat pengalaman yang lalu
Pusat persarafan yang menangani aktivitas mental, akal, intelegensia, keinginan dan memori
Pusat menangis, b-a-b, b-a-k

Ganglia basalis : kumpulan badan sel saraf didalam diencephalon dan mesencephalon yang berfungsi pada aktivitas motorik, menerima informasi dari cortex cerebri daerah sensorik dan motorik.

DIENCEPHALON, meliputi thalamus dan hypothalamus berfungsi :
Vasokonstrictor :mengecilkan pembuluh darah
Respirasi : membantu proses pernapasan
Mengontrol kegiatan reflex
Membantu kerja jantung
MESENCEPHALON
Pada ventro lateral terdapat basis pedunculi. Di dalam basis pedunculi terdapat substansia nigra bagian dari sistem extrapyramidal, bila terjadi malfungsi menyebabkan kekakuan otot dan tremor (parkinsonisme) muclei nervus cranialis III dan IV berada di mesencephalon.


Pusat saraf okulomotorius (III) berjalan ke ventral dibagian medial basis pedunculi
Saraf troklearis (IV) berjalan ke arah dorsal menyilang garis tengah ke sisi lain
Fungsinya :
Membantu pergerakan mata dan mengangkat kelopak mata
Memutar mata dan pusat pergerakan mata
PONS VAROLLI
Penghubung antara kedua bagian cerebellum dan juga antara medulla oblongata dengan mesencephalon
Pada bagian ventralis pons tampak nervi cranialis V, VI, VII
Medulla oblongata
Antara pons varolli dengan medulla spinalis
Di bagian dorso lateral terdapat pudunculus cerebelli inferior. Muncul nervus IX, X, XI
Struktur : merupakan modifikasi medulla spinalis. Substansia grisea terpecah menjadi beberapa kelompok membentuk nuclei motorik dan sensorik
Fungsinya
Mengontrol kerja jantung
Mengecilkan pembuluh darah (vasokonstriksi)
Pusat pernafasan
Mengontrol kegiatan reflex
CEREBELLUM (OTAK KECIL)
Dipisahkan dengan cerebrum oleh fisura tranversalis
Organ ini banyak menerima serabut afferents sensoris, merupakan pusat koordinasi dan integrasi
Berhubungan dengan batang otak melalui pedunkulus cerebri inferior
Terbagi dalam 3 lobus
Lobus cerebelli anterior
Lobus cerebelli medius / posterior
Lobus flocculonodularis
Cortex cerebellum terdiri dari 3 lapisan substansia grisea.

Lobus anterior cerebelli disebut juga spino cerebellum menerima impuls dari musculi (otot) dan tendo, yang ada di extremitas (lengan) serta truncus (bagian utama tubuh / tempat menempelnya kepala dan badan)
Fungsi memelihara tonus otot
Lobus medius / posterior : bagian terbesar dari cerebellum, menerima serabut afferent dari cortex cerebri dan mengirim kembali ke cortex cerebri sehingga aktifitas motorik dapat terkoordinasi

Gangguan fungsi lobus medius berakibat terjadinya asynergia. Lobus flocculonodularis sebagai vestibullo cerebellum, sebagai respons terhadap adanya perkembangan sistem vestibuler (perubahan posisi kepala)
Bila terjadi gangguan pada lobus anterior dan posterior dapat terjadi atonia (hilangnya tonus otot) dan ataxia (ketidak teraturan kerja otot)
OTAK KECIL
OTAK KECIL
TALAMUS
Bertanggung jawab menyeleksi informasi sensori yang diberikan dalam tubuh dan meneruskannya ke cortex cerebri jika diperlukan atau ke area lain di otak


Bertugas menstabilkan organ-organ di dalam tubuh, mengatur nafsu makan, suhu, tidur, keseimbangan air, serta memainkan peranan dalam pengontrolan emosi.

Plexus lumbosakralis menyalurkan saraf yang utama untuk anggota gerak bawah
Plexus sakralis dari lumbal sakral 4 dan 5 membentuk nervus iskiadikus yang besar masuk ke paha melalui celah sakrum mempersarafi otot-otot paha.
Yang melayani otot paha bercabang menjadi nervus popliateus; medialis dan lateralis, keduanya mempersarafi otot belakang paha dan depan bawah lutut.
Plexus lumbalis berasal dari saraf lumbal 1 s/d 4 menyalurkan nervus femoralis ke bawah ligament inguinalis mempersarafi otot sebelah dengan paha dan nervus obturatoris mempersarafi otot paha sebelah dalam

Materi Kuliah D3 Analis Kesehatan Semester 1, Anatomi Fisiologi (Sistem Pernapasan /respirasi)


Sistem Pernapasan (respirasi)

Semua sel hidup butuh suplai oksigen (O2) yang konstan untuk mempertahankan metabolismenya.
Pernapasan (respirasi) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen (O2), serta menghembuskan udara yang banyak mengandung karbondioksida (CO2) sebagai sisa oksidasi (metabolisme). Pengisapan udara disebut INSPIRASI dan menghembuskan disebut EKSPIRASI
Organ-organ Pernapasan
Hidung
Faring
Laring
Trakea
Bronkus
Bronkiolus
Alveoli dan duktus alveolus
Sistem Respirasi


HIDUNG = NASO = NASAL
Hidung merupakan bagian atas tractus respiratoris. Di hidung, udara pernapasan (inspirasi) mengalami proses pelembaban dan penghangatan. Disamping sebagai organ respirasi (pernapasan) hidung (nasal) juga berfungsi sebagai organ penciuman (olfactorius); karena pada organ nasal terdapat ujung nervus olfactorius sebagai reseptor (penerima rangsang) bau yang terbawa udara inspirasi. Nasal meliputi bagian yang nampak dari luar dan ruang-ruang yang ada di dalamnya yaitu CAVUM NASI

Nasal bagian luar dilapisi kulit yang banyak glandula sebaceanya, sehingga tampak mengkilat dan bisa terjadi Acne. Skeleton nasal terdiri dari tulang dan cartilago(tulang rawan)
Persyarafannya (inervasinya) : dari cabang nervus trigeminus
Vascularisasi :
Menerima darah dari arteri facialis, opthalmica dan infra orbitalis
Aliran darah balik melalui vena facialis, vena opthalmica dan vena infra orbitalis

Hidung mempunyai 2 lubang dan 2 ruangan kavum nasi yang dipisahkan oleh sekat hidung (septum nasi). Di dalamnya terdapat bulu-bulu untuk menyaring udara, debu, kotoran. Cavum nasi dibatasi oleh :
Dinding superior : OS frontale, OS ethmoidalis, OS sfenoidalis
Inferior : palatum durum
Medial : septum nasi (skeleton septum nasi sebagian dari cartilago).
Vascularisasi septum nasi :
Vasa sphenopalatini
Vasa ethmoidalis
Vasa labialis superior
Cabang vasa palatini mayor

Plexus kieselbach berada di septum nasi dekat meatus nasi medius  merupakan salah satu tempat yang mudah terjadinya perdarahan hidung (epistaxis)
Lateral : tersusun dari processus frontalis Os maxilla,os nasale
Pada dinding lateral cavum nasi terdapat beberapa bangunan penting yaitu konka (concha) nasalis
Dinding cavum nasi sebagian besar dilapisi dengan membrana mucosa (selaput lendir), hanya sebagian kecil yang dilapisi kulit (cutis), sehingga ada rambutnya dan glandula sebacea, yaitu daerah vestibulum nasi

Nasal terdiri dari :
Bagian luar dilapisi kulit
Lapisan tengah : otot-otot dan tulang rawan
Lapisan dalam : terdiri dari selaput lendir yang berlipat-lipat disebut KONKA NASALIS, ada 3 yaitu :
Konka nasalis inferior
Konka nasalis media
Konka nasalis superior
Diantara konka terdapat lekukan :
Meatus nasi superior (lekukan bagian atas)
Meatus nasi medialis (lekukan bagian tengah)
Meatus nasi inferior (lekukan bagian bawah)



lanjutan
Dibagian dalam terdapat lubang yang berhubungan dengan tekak (faring) disebut KOANA. Dasar rongga hidung adalah tulang rahang atas, rongga hidung berhubungan dengan beberapa rongga disebut : Sinus Paranasalis
Sinus para nasalis, terbentuk sempurna setelah dewasa
Sinus maxilaris, didalam os maxilla
Sinus frontalis , didalam os frontale
Sinus sfenoidalis, didalam os sfenoidalis
Sinus etmoidalis, didalam os ethmoidalis

Semua sinus paranasal dilapisi membran mucosa. Lanjutan mucosa cavum nasi sehingga radang di cavum nasi dapat menjalar ke sinus dan terjadilah sinusitis
SINUS PARANASALES

lanjutan
Di mucosa hidung terdapat serabut saraf/receptor saraf penciuman (nervus olfak torius).
Rongga hidung berhubungan dengan saluran airmata disebut DUKTUS NASO LAKRIMALIS.
Di belakang konka nasalis terdapat lubang yang menghubungkan rongga tekak (faring) dengan rongga pendengaran tengah disebut tuba auditiva eustachii.
FARING (TEKAK)
Persimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan, dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher.
Faring berhubungan dengan :
Ke depan dengan rongga mulut melalui istmus fausium.
Ke atas dengan rongga hidung melalui koana
Ke bawah depan dengan laring
Ke bawah belakang dengan oesophagus
lanjutan
Di bawah selaput lendir terdapat jaringan ikat; follikel getah bening disebut ADENOID, 2 buah tonsil di kiri dan kanan tekak, di bagian belakang terdapat epiglotis, yang berfungsi menutup laring pada waktu menelan makan.
Faring dibagi :
Nasofaring (atas)
Orofaring (tengah)
Laringofaring (bawah)

LARING
Pangkal tenggorok, bertugas sebagai pembentuk suara. Pada saat menelan makanan ditutup oleh epiglotis (terdiri dari tulang rawan).
Laring terdiri dari 5 tulang rawan :
Kartilago tiroid (1 buah)
Kartilago aritenoid (2 buah)
Kartilago krikoid (1 buah)
Kartilago epiglotis (1 buah)
Laring di lapisan selaput lendir;
Pita suara
Epiglotis
Pita suara terdiri dari 2 buah
atas: ventrikularis,
bawah : vokalis

TRAKEA
Batang tenggorok lanjutan dari laring, Panjang ± 9-11 cm , terdiri dari tulang rawan. Di bagian dalam diliputi selaput lendir yang berbulu getar (bersilia)  hanya bergerak ke arah luar. Gunanya mengeluarkan benda-benda asing yang masuk.
TRACHEA & BRONCHI
TRACKEA, STRUKTUR
BRONCHUS
Cabang tenggorok, lanjutan dari trakea, ada 2 : kiri dan kanan, terdapat pada ketinggian vertebra thorakalis IV dan V
Bronchus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronchus kiri, mempunyai 3 cabang.
Bronchus kiri lebih panjang/ramping mempunyai 2 cabang. Bronchus bercabang-cabang menjadi bronchiolus (bronkioli), pada ujung bronkioli terdapat gelembung paru (hawa) atau alveoli
PARU-PARU
Dibungkus oleh pleura

Sebagian besar terdiri dari gelembung hawa atau alveoli; yang terdiri dari sel epithel dan endothel.
Pada lapisan ini terjadi pertukaran udara, O2 masuk kedalam darah, CO2 dikeluarkan dari darah. Gelembung alveoli ini jumlahnya ± 700.000.000
lanjutan
paru-paru terdiri dari paru-paru kanan dan kiri
Paru-paru kiri (2 lobus) 
Lobus superior  5 segmen
Lobus inferior  5 segmen
Paru-paru kanan (3 lobus) 
Lobus pulmo dextra superior  5 segmen
Lobus media  2 segmen
Lobus inferior  3 segmen
Segmen  lobulus  terdapat bronkiolus  duktus-duktus alveolus  alveolus

PROYEKSI TEPI PARU DAN PLEURA PADA DINDING DADA DEPAN
BRONCHI SEGMENTALES
PARU KANAN
PARU KIRI
PARU KANAN
PARU KIRI
PARU KANAN
PARU KIRI
SEGMENTA BRONCHOPULMONALIA
lanjutan
Jumlah pernafasan dalam keadaan normal
Dewasa ± 16-18 x/menit
Anak-anak ± 24 x/menit
Bayi ± 30 x/menit
Persyarafan :
Pusat persyarafan : pusat otomatis dalam medulla oblangata
Saraf frenikus cabang saraf cervicalis
Saraf interkostalis
Pembuluh darah paru :
Arteri pulmonalis
Vena pulmonalis
Arteri bronkialis
Vena bronkialis
Mekanisme Respirasi (proses terjadinya pernapasan)
Meliputi proses :
Inspirasi : yaitu pemasukan udara ke paru-paru
Ekspirasi : yaitu pengeluaran udara dari paru-paru
Proses inspirasi dan ekspirasi melibatkan kontraksi relaksasi otot-otot tulang rusuk dan otot diafragma.

Materi Kuliah D3 Analis Kesehatan Semester 1, Anatomi Fisiologi (SISTEM KARDIOVASKULER)


SISTEM KARDIOVASKULER

Sistem yang bertugas men supply darah pada seluruh jaringan tubuh serta menarik kembali darah ke jantung
Fungsi Sistem Kardiovaskular
1. Transport       : - darah
  - bahan / metabolit
  - O 2 / CO2
2. Keseimbangan    : - suhu
    - tekanan darah
- air/elektrolit
3. Hormonal          : Atrial Natriuretic Factor

Komponen Sistem Kardiovaskular
Jantung
Pembuluh Darah
Saluran Limfe
JANTUNG
MERUPAKAN ORGAN PEMOMPA DARAH
LETAK  DI DALAM RONGGA DADA
- Bag depan : os sternum d os costae stinggi kosta 3-4
- Dinding samping bhub dg paru2 d fasies mediastenum
- Dinding atas setinggi VT 6 & VC 2 bhub da aorta, a pulmonalis, & bronkus Dx et Sn


- Dinding blkg : mediastenum post, oesofagus, aorta desenden, kolumna vert thorakal
- dinding bawah : diafragma
BERUPA OTOT
BENTUK KERUCUT
BERRONGGA
BASIS DI ATAS (STINGGI TL RAWAN IGA KE 3 KANAN 2 CM DR STERNUM, KE ATAS STINGGI TL RAWAN IGA KE 2 KIRI 1 CM DR STERNUM)

PUNCAK DI BAWAH MIRING KE KIRI (SETINGGI SIC 5 KIRI 4 CM DR GARIS MESIAL)
BERAT : +- 399 GRAM






PEMBULUH DARAH
ARTERI
VENA
KAPILER
Jantung
 Panjang :12 Cm, Lebar : 9 Cm
 Berat : 250-390 gr (Laki-laki dewasa)
   200-275 gr (Wanita dewasa)
 Letak : rongga thoraks
 Dinding jantung :
 Perikardium : fibrosa d serosa, diantaranya rongga perikardial
 Myokardium
 Endokardium
RUANG JANTUNG
ADA 4 RUANG : atrium kanan d kiri, atas, dipisahkan septum interatrial. Ventrikel kanan d kiri, bawah, dipisahkan septum interventrikuler.
ATRIUM, relatif tipis.
ATRIUM KANAN, menerima darah dr selrh jar. Kec paru2 : v.cava sup et inf, sinus coroner.

ATRIUM KIRI, beruk lbh kecil dr atrium kanan tp bdinding > tebal. Menerima darah dr 4 v pulmonalis yg mengembalikan darah teroksigenasi.
VENTRIKEL,BERDINDING TEBAL. Permukaan dalam ada alur2 otot d/s TRABEKULA. Bbr alur tampak menonjol d/s MUSKULUS PAPILARIS. Ujung m.papilaris dihub dg tepi daun katub atrioventrikuler o/ serat2 d/s CORDA TENDINEA.
VENTRIKEL KANAN, memompa darah meninggalkan jantung menuju paru
VENTRIKEL KIRI, mompa darah ke seluruh tubuh.

VENTRIKEL KANAN, memompa darah meninggalkan jantung menuju paru
VENTRIKEL KIRI, mompa darah ke seluruh tubuh.

KATUP-KATUP JANTUNG
KATUP ATRIOVENTRIKULER, letak ; ant atrium dan ventrikel :
- Katup atrioventrikuler kanan d/s KATUP TRIKUSPID, mpunyai 3 buah katub.
- K. atrioventrikuler kiri d/s KATUP MITRAL/BIKUSPID.
- Kedua katup ini memungkinkan drh mengalir atrium-ventrikel pd vase diastolik ventrikel d mencegah aliran balik pd saat sistol ventrikel.
Sifat-sifat Jantung
Rhythmicity (chronotropic)
Conductivity (dromotropic)
Exitability (bathmotropic)
Inotropic : Hukum Starling jantung

Sistem konduksi
Nodus SA(Sinoaurikularis)
Nodus AV (Atrioventrikularis)
Bundle of His
Serabut Purkinye

Saraf Otonom
Jantung : Pompa
Sirkulasi sistemik
Tersusun paralel
1. Tahanan kecil
2. Konsentrasi nutrisi &
 oksigen tiap organ sama
Sistem porta : seri
Sirkulasi pulmonal
Sirkulasi koronaria

Distribusi Volume & Resistensi
Sirkulasi Koronaria
Arteria koronaria kanan
Interventrikularis Post or
Arteria koronaria kiri
Interventrikularis ant or
Sirkumfleksa
Sinus koronaria
 Vena kardiaka mayor
Vena kardiaka medius & obliqus
Vene kardiaka minor
Vena thebesian


Siklus Jantung
1. Diastolik
a. Rapid inflow
katup Atrioventrikulare
b. Diastasis
tekanan atrium = ventrikel
c. Atrial systole
kontraksi atrium

2. Sistolik    a. Isovolemic contraction kontraksi ventrikel katup atrioventrikular Katup aorta & pulmunal    b. Ejection kontraksi ventrikel katup aorta & pulmonal    c. Isovolemic Relaxation relaksasi ventrikel katup aorta & pulmunal
EKG,Tekanan,Volume & Bunyi
Bunyi Jantung
Penutupan katup
Aliran darah
Kontraksi otot

Bunyi Jantung Utama
Bunyi jantung 1
Penutupan katup atriovebtrikulare
Bunyi jantung 2
Penutupan katup semilunaris
Suara jantung 3
Aliran darah (rapid inflow)
Suara jantung 4
Kontraksi otot atrium

Splitting B J 2Fisiologis
Cardiac Output
Cardiac Output (C.O.) dewasa : 5-6 L/min
tergantung : keseimbangan hormon, kebutuhan metabolik, Ukuran (Berat badan, tinggi badan)
Cardiac Index :
C.O. : Luas permukaan Tubuh (M2)
N : 2,5 – 3,5 L/min/M2


Stroke Volume (S.V)
 SV = Volume akhir diastolik (EDV) – Volume akhir sistolik (ESV)
Besarnya EDV dipengaruhi oleh
Tekanan di atrium : menggambarkan tekanan venous dan / Venous return
Heart rate
Distensibilitas ventrikel

Stroke volume
Preload
Hukum Starling
EDV         EDP        SV
Afterload
Tekanan darah
Elastisitas pembuluh darah
Resistensi pembuluh darah dan katup
Afterload        SV         EDV

Sirkulasi Sistemik
Kapiler
Pertukaran zat (transport aktif & pasif)
Venula (pembuluh kapasitan)
Menampung darah (compliance tinggi)
Vena

Pengaturan aliran darah
Pengaturan Lokal
Saraf (Otonom) :
Pengaturan suhu, Perubahan aliran dari nonmuskular ke muskular
Saraf Simpatis : >>
Saraf Parasimpatis
Humoral
Zat vasokontriktor ( Epinefrin& Norepinefrin,Angiostensin, Vasopresin)
Zat vasodilator ( Bradykinin, serotonin, histamin, prostaglandin
Pengaturan Tekanan Darah
Tekanan Darah : cardiac Output X Tahanan perifer
Mean Arterial Pressure (N : 96 mmHg)
Sirkulasi Fetus & Plasenta

Materi Kuliah D3 Analis Kesehatan Semester 1, Anatomi Fisiologi (SISTEM ENDOKRIN)


SISTEM ENDOKRIN

KELENJAR ENDOKRIN
= KELENJAR BUNTU
= KELENJAR TANPA SALURAN

ENDOKRIN  BAHASA YUNANI
ARTINYA : SEKRESI KE DALAM

HASIL SEKRESI : HORMON
ARTINYA : MERANGSANG

KEJADIAN  KEMUNGKINAN PENYEBABNYA
ORGANAN ENDOKRIN
KELENJAR HIPOFISIS
KELENJAR TIROID
KELENJAR SUPRARENAL
KELENJAR TIMUS
KELENJAR PANKREAS
KELENJAR LAMBUNG
KELENJAR SEKSUAL


KELENJAR HIPOFISIS
= KELENJAR PENGUASA / MASTER GLAND
=KELENJAR PIMPINAN TUBUH
 MENGHASILKAN HORMON YANG MENGENDALIKAN KEGIATAN KELENJAR ENDOKRIN LAIN
KELENJAR HIPOFISIS
LETAK : DASAR TENGKORAK DI DALAM FOSA HIPOFISIS TULANG SFENOID



BAGIAN :
LOBUS ANTERIOR
LOBUS POSTERIOR

GROWTH HORMON (HORMON PERTUMBUHAN
TIROTROPIC HORMON  MENGENDALIKAN KELENJAR TIROID
ACTH  MENGENDALIKAN KELENJAR ADRENAL


4. GONADOTROPIC HORMON :
FSH  MERANGSANG PERKEMBANGAN FOLIKEL DI OVARIUM DAN PEMBENTUKAN SPERMATOZOA DI TESTIS
LH  MENGENDALIKAN SEKRESI ESTROGEN PROGESTERON PD OVARIUM, TESTOTERON DI TESTIS
PROLAKTIN  SEKRESI AIR SUSU

LOBUS POSTERIOR
ANTI DIURETIK HORMON  MENGATUR JUMLAH AIR DI GINJAL
OKSITOSIK MERANGSANG KONTRAKSI UTERUS
KELENJAR TIROID
2 LOBUS  LOBUS KANAN DAN LOBUS KIRI
FUNGSI :
MENGHASILKAN SEKRET TIROID YANG MENGANDUNG YODIUM
HORMON TIROKSIN
KELAINAN
HIPOSEKRESI  HIPOTIROIDISME
AKIBAT : KRETISNISME ,MIKSUDEMA
GEJALA :
HAMBATAN MENTAL DAN FISIK (KRETIN)
GERAK LAMBAN
BICARA LAMBAN
BERFIKIR LAMBAN
RAMBUT RONTOK
KULIT TEBAL
DENYUT NADI PELAN
DINGIN

HIPERSEKRESI  HIPERTIROIDISME
AKIBAT : GIGANTISME
TANDA :
GELISAH
MUDAH MARAH
DENYUT NADI CEPAT
SUHU NAIK
METABOLISME CEPAT
MATA KELUAR (EKSOPTHALMUS)
KELENJAR PARATIROID
LETAK : DISISI KELENJAR TIROID
FUNGSI : MENGATUR KADAR ZAT KAPUR
KELAINAN :
HIPOPARATIROIDISME  HIPOKALSEMIA : KEJANG
HIPERPARATIROIDISME  HIPERKALSEMIA : TULANG KEROPOS

KELENJAR TIMUS
LETAK : DIDALAM RONGGA THORAK SETINGGI BIFURCATIO TRAKEA
TERDIRI DARI 2 LOBUS
DITEMUKAN PADA ANAK – USIA 18 TAHUN
FUNGSI BELUM TAHU
DIDUGA : PERTUMBUHAN DAN ANTIBODI

KELENJAR ADRENAL
= KELENJAR SUPRARENAL
BAGIAN :
KORTEK  KORTISON
MEDULA  ADRENALIN DAN NORADRENALIN


SEKRESI BERTAMBAH JIKA EMOSI SEPERTI MARAH, TAKUT, KELAPARAN
AKIBAT  TEKANAN DARAH NAIK
ADRENALIN  METABOLISME KARBOHIDRAT
NORADRENALIN  MENAIKKAN TEKANAN DARAH


AKIBAT KEKURANGAN ADRENAL (INSUFISIENSI ADRENAL PADA PENYAKIT ADDISON):
KURUS
NAMPAK SAKIT
LEMAH
KEGAGALAN FUNGSI GINJAL




PANKREAS
KEPULAUAN LANGERHAENS  SEKRESI INSULIN
INSULIN :
SEBUAH PROTEIN
MENGENDALIKAN KADAR GLUKOSA
MEMPERBAIKI KEMAMPUAN SEL MENGABSORBSI DAN MENGGUNAKAN GLUKOSA DAN LEMAK
DEFISIENSI INSULIN
HIPERGLIKEMIA  KADAR GLUKOSA DARAH TINGGI
AKIBAT :
BERAT BADAN TURUN
MUDAH LELAH
SERING KENCING
SERING HAUS
LAPAR
KULIT KERING


HIPOGLIKEMIA  KADAR GLUKOSA TURUN
AKIBAT :
KERINGAT DINGIN
LEMAH
NADI TURUN
KESADARAN MENURUN
PINGSAN
SYOK


KELENJAR SEKS
SISTEM REPRODUKSI
HORMON KEL JANTAN : TESTOSTERON, DIHASILKAN O/ SEL LEYDEG DLM TESTIS
HORMON KEL WANITA : ESTROGEN DAN PROGESTERON, DIHASILKAN O/ SEL2 ENDOKRIN DLM OVARIUM.
PERBEDAAN CARA KERJA SIST SARAF & SIST HORMON
SIST SARAF :
- MHANTARKN RANGSNGN DG CEPAT
- MHANTARKN RANGSNGN SCR KURANG TERATUR
- RANGSANGN MLL SERABUT SARAF

SIST HORMON :
- MENGANTARKN RANGSANGN DG LAMBAT
- MENGANTARKN RANGSANGN SCR TERATUR
- RANGSANGN MLL DARAH
SIFAT HORMON BANYAK PERSAMAANNY DG VITAMIN Yi :
BPENGARUH PD PRTUKARN ZAT
DIBUTUHKN DLM JUMLAH SEDIKIT
STRUKTUR KIMIA KADANG SAMA
DI DLM TUBUH DIEDARKAN O/ DARAH
BBRP HOMON DPT DIBUAT SCR SINTETIS DI LAB.
BEDA : HORMON DIBUAT DI DLM TUBUH O/ KEL ENDO, VIT MSK K DLM TUBUH BSM MAKANAN


Materi Kuliah D3 Analis Kesehatan Semester 1, Anatomi Fisiologi (Sel)


SEL

Sel:bagian terkecil mahluk hidup yang ukurannya sangat kecil hanya dapat dilihat oleh mikroskop. Jaringan:beberapa sel yang sama bentuk dan fx nya. Organ:kumpulan macam2 jaringan yang menjadi satu yang mempunyai fx khusus.
Susunan tubuh
Susunan dari organ2 yang mempunyai pekerjaan tertentu
-sistim reproduksi
-sistim skeleton
-sistim cardiovasculer
-sistim digesti
-sistim respirasi
-sistim urinariius
-sistim integumen
-sistim panca indera
-sistim  nervus


Struktur sel :
Sel terdiri atas:
Membran sel
Membran inti sel/nukleus
Membran reticulo endoplasma
Membran mitokondria
Membran lisosom
Membran peroksisom
Ribosom
Vesicle sekertory
Membran aparatus golgi.

Organel sel :
terdiri atas
Reticulum endoplasma
Aparatus golgi
Mitokondria
Lisosom
peroksisom

Membran sel/plasma :
Adalah selaput tipis yg melindungi sel/bagian sel didalamnya
Fxnya:
-memasukan zat yang diperlukan
-mengeluarkan zat yang tidak diperlukan.
Terdiri dari:lipid dan protein
Nukleus/inti sel
Mengatur pertumbuhan,perkembangan,pembelahan sel.
Didalamnya terdapat anak inti yang disebut nukleolus.
Terdapat suatu bahan yang disebut linin(benang jala)
Diantara pembelahan sel berubah menjadi kromosom/pembawa sifat.

Protoplasma  :
Merupakan badan sel yang terdiri dari suatu zat yang kental.
Didalamnya terkandung suatu larutan koloid,protein,hidrat arang,lemak,garam,vitamin,air sebagai pertumbuhan sel
Protoplasma dengan inti disebut SITOPLASMA.
Sitoplasma terdiri dari:
-sentrosom berfx penting saat terjadinya pembelahan sel(pusat pembagian sel)
-vakuola mrp rongga2 kecil yg terdapat didalam sel yang berisi cairan sel/udara berfx penyimpan bahan makanan,mengumpulkan sisa makanan,sisa pembakaran/ampas yn akan dikeluarkan.
-mitokondria mrp benda bulat kecil(glandula)dekat inti sel yg berfx sbg pusat tenaga keaktifan sel berisi molekul DNA.
-badan golgi,benang2 fibril disekitar sntrosom berfx sbg sexresi sel.

Metabolisme sel :
Anabolisme:
peristiwa pembentukan sel.
Katabolisme:
Peristiwa pembakaran sel.
Masuknya zat yang diperlukan kedalam sel secara DIFUSI DAN OSMOSA.
Tanda2 kehidupan sel;bernapas,menerima zat asam dan mengeluarkan zat asam arang,menerima zat makanan,tumbuh dan berkembang,bergerak dan memperbanyak diri.

Reproduksi sel :
Sel memperbanyak diri dengan 3cara:
Amitosis,memperbanyak diri secara langsung dengan membelah diri menjadi dua,empat dst.
Mitosis,memperbanyak diri secara tidak langsung dengan membelahdiri melalui beberapa fase(profase,metafase,anafase,telofase)
Interfase,sel hanya beristirahat setelah aktivitas reproduksi pada saat lain sel terus aktif,DNA dari masing2 kromosom membentuk dua kromatid pada sentromer.

Materi Kuliah D3 Analis Kesehatan Semester 1, Anatomi Fisiologi (PENGATURAN FUNGSIONAL TUBUH MANUSIA)


PENGATURAN FUNGSIONAL TUBUH MANUSIA

SEL SBG KESATUAN TUBUH YG HIDUP
SEL  satuan dasar kehidupan tubuh
Kesatuan dr berbagai sel yg berbeda-beda  m’bentuk ORGAN
Dihubungkan satu sama lain o/ struktur penunjang interselular
Setiap jenis sel b’adaptasi sec. khusus utk melakukan satu atau bbrp fungsi khusus misal : sel darah merah  mengangkut oksigen dr paru ke jaringan
Semua sel memp. karakteristik dasar tertentu yg mirip satu sama lain :
Di dlm seluruh sel  O2 b’gab. dg hasil pemecahan bahan makanan utk melepaskan energi yg dibutuhkan utk fungsi sel  mekanisme umum pd dasarnya sama
Pd semua sel hasil akhir dr reaksi kimia tsb dibawa ke cairan yg mengelilinginya
Hampir semua sel mempunyai kemampuan bereproduksi

CAIRAN EKSTRASELULAR SEBAGAI “LINGKUNGAN DALAM”
± 56% Tubuh manusia tdd cairan :
Intraselular     2/3 bagian
Ekstraselular  1/3 bagian
Dlm cairan ekstraselular tdpt ion2 & bahan makanan yg diperlukan sel utk m’p’tahankan kehidupan sel  pd dasarnya semua sel hidup dlm lingkungan yg sama yakni cairan ekstraseluler   o.k.i cairan ekstraselular d/ lingkungan dalam dr tubuh / milieu interieur
Sel2 tsb mampu hidup, tumbuh & melakukan fungsi khususnya selama konsentrasi O2, glukosa, asam amino, lemak, ion2 serta unsur pokok yg tersedia di lingkungan dalam tsb jumlahnya tepat

MEKANISME “HOMEOSTATIK”
Homeostasis : pengaturan kondisi2 statis atau konstan dlm lingkungan dalam
Pd dasarnya semua organ & jaringan tubuh b’fungsi utk membantu m’p’tahankan kondisi statis ini. Misal :
Paru2 menyedia O2 ke dlm cairan ekstrselular utk sec. terus menerus m’gantikan O2 yg dipakai oleh sel
Ginjal m’p’tahankan konsentrasi ion2 yg konstan
Sistem gastrointestinal menyediakan bahan2 makanan
MEKANISME “HOMEOSTATIK”
Sistem transpor cairan ekstraselular ke dalam sistem sirkulasi
Cairan ekstraseluler diangkut mll seluruh bag. Tubuh dalam 2 tahap :
Tahap I : p’gerakan darah mengitari sistem sirkulasi
Tahap II : p’gerakan cairan antara kapiler darah dan sel
Sistem transpor cairan ekstraselular ke dalam sistem sirkulasi
Sewaktu darah melewati kapiler  p’tukaran cairan ekstraselular yg b’langsung terus menerus jg tjd antara plasma yg mrp bag.dr darah dg cairan interstisial yg mengisi ruang interseluler
Terjadi difusi bolak-balik antara darah & ruangan jaringan  m’p’tahankan homogenitas yg menyeluruh di seluruh tubuh
MEKANISME “HOMEOSTATIK”
Asal mula bahan makanan dlm cairan ekstraselular :
Sistem respirasi  O2
Traktus Gastrointestinal  karbohidrat, asam lemak, asam amino dr bahan makanan
Hati & organ lain yg melakukan fungsi metabolik primer  mengubah susunan kimia bahan makanan & menyimpan bahan2 tsb sampai dibutuhkan
Sistem Muskuloskeletal  tanpa sistem ini tubuh tdk dpt b’gerak menuju ke tempat yg sesuai dg waktu yg sesuai utk m’p’oleh makanan yg dibutuhkan utk nutrisi & utk melindungi diri thd lingkungan sekitar agar proses homeostatik tdk rusak
PENGATURAN FUNGSI TUBUH
SISTEM SARAF
Tdd 3 bagian :
Bagian sensorik / reseptor
Sistem saraf pusat / bagian pemersatu
Bagian motorik
SISTEM HORMONAL
T’dapat 8 kelenjar endokrin utama yg menghasilkan hormon
Hormon diangkut dlm cairan ekstraselular menuju ke seluruh bag. tubuh utk m’bantu m’atur fungsi sel  mrp sistem pengatur yg melengkapi sistem saraf
Sistem saraf  t’utama mengatur aktivitas otot & sekresi dr tubuh, sedangkan sistem hormonal  t’utama mengatur fungsi metabolisme
MEKANISME “HOMEOSTATIK”
REPRODUKSI
M’bantu m’p’tahankan kondisi yg statis dg cara m’hasilkan generasi baru guna m’gantikan tempat seseorang yg telah meninggal

     HOMEOSTATIK ?

 Semua struktur dlm tubuh disusun sedemikan rupa agar dpt m’bantu m’p’tahankan kehidupan yg b’langsung sec. otomatis & terus menerus
SISTEM PENGATUR
Ada beribu-ribu sistem pengatur dlm tubuh manusia
Sistem pengatur paling rumit yaitu sistem pengatur genetik
Tiap2 sistem pengatur bekerja sama dg sistem pengatur lain.
Misal :
sistem respirasi bekerja sama dg sistem saraf utk mengatur konsentrasi CO2 dlm cairan ekstraselular dsb
Contoh Mekanisme Pengatur
Pengaturan konsentrasi O2 & CO2 dlm cairan ekstraseluler   fungsi penyangga hemoglobin thd O2 & pengaturan oleh pusat respirasi thd CO2
Pengaturan tekanan arteri  oleh sistem baroreseptor
dll
OTOMATISASI TUBUH
Tubuh mrp gabungan dr ± 100 triliun sel yg t’susun dlm struktur fungsional yg b’beda-beda  bbrp diantaranya disebut ORGAN
Setiap struktur fungsional menyediakan peran dalam m’p’tahankan keadaan homeostasis di dalam cairan ekstraseluler yg disebut sbg “lingkungan dalam”
Selama kondisi normal dpt dipertahankan dlm “lingkungan dalam”  sel2 tubuh dpt terus hidup & b’fungsi dg tepat
OTOMATISASI TUBUH

Materi Kuliah D3 Analis Kesehatan Semester 1, Anatomi Fisiologi ( FUNGSI SEL & JARINGAN )

FUNGSI SEL & JARINGAN

FUNGSI SEL & JARINGAN
Jml sel dlm tubuh manusia ≥ 100 triliun
Sel mrp struktur hidup yg dpt m’p’tahankan hidup dlm jangka waktu yg tdk t’batas
Sebagian sel dpt b’kembang biak sendiri
Menyediakan cairan di sekitarnya dg bahan nutrisi yg sesuai
SUSUNAN SEL
Sel mempunyai 2 bagian utama :
Nukleus  dilapisi membran nukleus
Sitoplasma   dilapisi membran  sel


Dibentuk o/  substansi yg b’beda d/s PROTOPLASMA yg tdd 5 bahan dasar y.i :
Air
Elektrolit
Protein
Lipid
karbohidrat


AIR
Mrp medium pokok/utama bagi sel
Konsentrasi dlm sel : 70 – 85 %
Sebagai pelarut bahan2 lain
ELEKTROLIT
Yg plg penting : K, Mg, Fosfat, Bikarbonat, Natrium, Klorida, Kalsium
Mrp bahan kimia inorganik utk timbulkan reaksi dalam sel
Diperlukan utk kerja bbrp mekanisme pengaturan sel
Misal :
Elektrolit yg bekerja pd membran sel memungkinkan penjalaran impuls elektrokimia pd saraf dan serat otot
Konsentrasi elektrolit intraselular tertentu menentukan & m’atur aktivitas b’bagai reaksi yg dikatalisis sec. enzimatik yg diperlukan utk metabolisme sel

PROTEIN
Jml : 10 -20 %
Ada 2 macam :
Protein struktural
M’bentuk struktrur tubuh, misal : kulit, rambut, jar. Ikat, pembuluh darah, otot dsb  b’bentuk filamien tipis panjang yg mrp polimer dr molekul2 sel
Protein globular
Tdd satu macam atau kombinasi bbrp molekul dlm bentuk globular
Mrp enzim sel
Larut dlm cairan sel/menyatu dg struktur membran dlm sel
B’hub. dg bahan lain utk m’katalisis reaksi2 kimia
Contoh :
rx kimia yg memecah glukosa  mjd komponen2nya  b’gab. dg O2  m’bentuk CO2 & air  pd saat yg sama m’hasilkan energi utk fungsi sel  dikatalisis oleh enzim

LIPID
Larut dlm pelarut lemak  m’bentuk sawar membran sel yg memisahkan berbagai kompartemen sel
Lipid paling penting : fosfolipid & kolesterol (mrp 2 % massa sel)
Lipid yg lain : trigliserida (pd sel lemak mrp 95 % massa sel)
Lemak disimpan dalam sel b’peran sbg :
Gudang energi utama nutrisi
P’hasil energi dlm tubuh yg nantinya dpt dipadatkan kembali & digunakan utk energi bila dibutuhkan


KARBOHIDRAT
Peran utama : nutrisi sel
Peran lain : fungsi struktural dlm bentuk glikoprotein
Jml dlm sel kecil : 1 %, dlm sel otot : 3%, dlm sel hati 6%
KH dlm btk glukosa tersedia dlm ciran ekstraseluler sekitar sel
Sejumlah kecil KH disimpan dlm sel dlm btk glikogen
STRUKTUR FISIK SEL
Mrp kantong berisi cairan, enzim, bahan kimia & struktur fisik yg sgt t’organisasi d/ organel
Organel :
Membran sel
Membran nukleus
Retikulum endoplasma
Aparatus Golgi
Mitokondria
Lisosom
Sentriol
MEMBRAN SEL
Selubung sel, mrp struktur elastik tipis (7,5–10 nm)
Tdd :
Protein 55%
Fosfolipid 25%
Kolesterol 13%
Lipid lain 4%
Karbohidrat 3%
Struktur dasar :
Lap. Lipid ganda, diantara molekul lipid tdpt molekul protein globular 
Mrp sawar yg b’sifat impermeabel thd bahan2 yg larut dlm air, mis : ion, glukosa & urea
Bahan2 yg larut dlm lemak  dpt dg mudah menembus sawar, mis : O2, CO2, alkohol


Protein membran sel
Mrp massa globular yg mengapung dlm lap. Lipid ganda  glikoprotein
Ada 2 jenis :
Protein integral  b’peran sbg :
Protein pengangkut dlm transpor aktif
Enzim
P’bentuk saluran/pori2 yg dpt dilewati oleh bahan2 yg larut dlm air
Protein perifer
Melekat pd protein integral
B’fungsi sbg enzim

Membran karbohidrat
T’bentuk b’sama protein & lipid  glikoprotein & glikolipid
Gugus gliko menonjol keluar  seluruh permukaan luar sel dilapisi o/lap. KH longgar d/s glikokaliks
Fungsi :
KH b’muatan (-)  m’dorong benda2 b’muatan (-)
Glikokaliks  melekatkan sel2
KH b’muatan  substansi reseptor utk m’ikat hormon (mis : insulin)
Ikut dlm reaksi kekebalan
SITOPLASMA & ORGANELNYA
Sitoplasma dipenuhi partikel & organel yg t’sebar yaitu tdd lemak, granula glikogen, ribosom, vesikel sekretoris & 5 macam organel penting yaitu :
Retikulum endoplasmik
Aparatus Golgi
Mitokondria
Lisosom
Peroksisom
Bag. Cairan bening dr sitoplasma yg mrp tempat t’sebarnya partikel & organel d/s sitosol  tdd protein, elektrolit, glukosa & senyawa lipid
Bag. Sitoplasma tepat di bwh membran sel mengandung mikrofilamen spt tikar  b’fungsi menyokong membran sel  d/s korteks/ektoplasma
Sitoplasma antara korteks & membran inti b’sifat lbh cair  d/s endoplasma

RETIKULUM ENDOPLASMIK
Jar. b’bentuk tubular, struktur vesikular gepeng, saling b’hub. satu sama lain
Bahan2 yg dibentuk pd bbrp bag. sel  masuk ke dlm ruang retikulum endoplasmik  disalurkan ke bag. lain sel
Permukaan retikulum endoplasmik luas  tempat enzim2 melekat  b’peran dlm metabolisme sel
Tda 2 bag :
Retikulum endoplasmik b’granula  tdd partikel2 ribosom  mengandung asam ribonukleat (RNA) & Protein  berfungsi pd sintesis protein
Retikulum endoplasmik agranula  tdk dilekati ribosom  b’fungsi dlm sintesis lipid & proses enzimatik lain dlm sel
APARATUS GOLGI
Erat b’hub. dg retikulum endoplasmik
Membran aparatus Golgi mirip membran retikulum endoplasmik agranular
Tda ≥ 4 tumpukan lapisan vesikel tipis & gepeng yg t’letak dekat nukleus
Penting pd sel2 sekretorik  aparatus Golgi t’letak di sisi substansi sekretorik akan dikeluarkan
Fungsi ~ retikulum endoplasmik
Vesikel retikulum endoplasmik (RE)  mrp vesikel pengangkut  mengangkut substansi dr ret. Endoplasmik ke aparatus Golgi  diproses dlm aparatus Golgi membentuk lisosom, vesikel sekretorik & komponen sitoplasmik lain
LISOSOM
Dibentuk o/ aparatus Golgi
Mrp sistem p’cernaan intraselular yg memungkinkan sel utk mencerna :
Bahan2 & struktur intraselular (khususnya yg sdh rusak)
Partikel2 makanan
Bahan2 yg tdk diinginkan tubuh (misal : bakteri)
Mengandung enzim hidrolase

PEROKSISOM
Sec. fisik mirip lisosom
Dibentuk dr replikasi sendiri, bukan o/ aparatus Golgi
Mengandung >> oksidase dp hidrolase   m’bentuk H2O2 utk m’oksidase substansi yg mrp racun bagi sel (misal : alkohol  didetoksifikasi o/ peroksisom sel2 hati)

VESIKEL/GRANULA SEKRETORIS
Utk menyekresi substansi2 khusus (misal : vesikel sekretoris di sel2 asini pankreas)
MITOKONDRIA
Mrp organel p’bentuk energi sel  menyadap energi dr bahan makanan & O2
Jumlah pd tiap sel b’variasi, t’gantung jml energi yg dibutuhkan sel
Struktur dasar :
Tdd 2 membran protein lapis ganda
Lipatan2 m’bentuk rak  tempat p’lekatan enzim2 oksidatif
Dipenuhi matriks yg mengandung sejumlah besar lar. enzim yg dibutuhkan u/ m’isap energi dr bahan makanan  enzim ini bekerja sama dg enzim oksidatif pd rak  menyebabkan oksidasi bahan makanan  m’bentuk CO2 & Air sambil melepas energi  energi digunakan utk m’sintesis ATP ATP diangkut keluar dr mitokondria & b’difusi ke seluruh sel utk m’bebaskan energi dimana dibutuhkan
Mitokondria dpt bereplikasi sendiri  b’tambah banyak bila sel perlu menambah jml ATP


STRUKTUR FILAMEN & TUBULAR SEL
T’susun dr protein fibrilar sel
Mrp protein prekursor yg disintesis o/ ribosom di dlm sitoplasma
Molekul prekursor b’polimerisasi  M’bentuk filamen  tdpt :
Di dlm ektoplasma
Dlm sel otot  filamen aktin & miosin
Ada filamen khusus tda molekul2 tubulin  m’bentuk struktur tubulus d/s mikrotubulus  m’bentuk sitoskeleton/struktur fisik yg kaku pd bbrp sel khusus ( misal : sel2 flagelum sperma)
NUKLEUS
Mrp pusat p’aturan sel
Mengandung sejumlah besar DNA/gen  b’fungsi m’atur karakteristik protein sel, t’masuk enzim sitoplasma yg m’atur aktivitas sitoplasma
M’atur reproduksi  mitosis
Tda :
Membran nukleus
Nukleoli

Sistem Fungsional Sel representatif bagi sel agar dpt b’fungsi sbg organisme   hidup
Pengambilan makanan oleh sel  endositosis
Proses pencernaan bahan-bahan asing  fungsi lisosom
Sintesis & p’bentukan struktur sel  fungsi retikulum endoplasmik & aparatus Golgi
Penyadapan energi dr bahan makanan  Fungsi Mitokondria
PENGAMBILAN MAKANAN OLEH SEL (ENDOSITOSIS)
Agar sel dpt hidup & tumbuh  hrs m’p’oleh bahan makanan/bahan lain dr cairan di sekitarnya
Sebagian besar substansi melewati membran sel mll difusi & transport aktif
Partikel2 yg sangat besar memasuki sel mll fungsi membran sel khusus yg disebut ENDOSITOSIS  ada 2 macam :
Pinositosis
Fagositosis
PINOSITOSIS
P’cernaan vesikel2 yg sangat kecil yg mengandung cairan ekstraselular
Mrp cara yg dpt dipergunakan o/ sebagian makromolekul utk dpt memasuki sel (misal : molekul protein)
Cara : molekul melekat pd reseptor khusus pd permukaan membran yg spesifik utk jenis protein yg diabsorbsi  reseptor dipadatkan dlm lubang terselubung   berinvaginasi ke dalam  protein & cairan ekstraseluler terperangkap  m’bentuk vesikel pinositik  “diperas”
FAGOSITOSIS
~ Pinositosis  fagositosis utk mengambil partikel2 yg lebih besar
Hanya sel2 tertentu yg memiliki kemampuan fagositosis, misal : makrofag jaringan & bbrp sel darah putih
Protein/polisakarida besar : bakteri, sel mati, kotoran sel
Setiap bakteri  berikatan dg antibodi spesifik  melekat pd reseptor fagosit  difagositosis
PROSES PENCERNAAN BAHAN2 ASING   FUNGSI LISOSOM
Segera setelah t’bentuk vesikel pinositik/fagositik  lisosom a/ melekat pd vesikel  mencerna protein, KH, lipid & substansi lain  hasil p’cernaan berupa molekul kecil asam amino, glukosa, fosfat  berdifusi menembus membran vesikel ke dlm sitoplasma
Bahan2 yg tersisa (badan residu)  tdk dpt dicerna  diekskresi menembus membran sel mll proses eksositosis
REGRESI JARINGAN & AUTOLISIS SEL
REGRESI  Jar. berubah menjadi ukuran yg < (misal :  regresi pd uterus setelah melahirkan, otot yg tdk aktif lama, regresi kel. Mamma pd akhir laktasi)  tidak ada aktivitas dlm jaringan menyebabkan lisosom     aktivitasnya
AUTOLISIS  sel2 yg rusak akibat panas, dingin, trauma, bahan kimia atau faktor lain  lisosom pecah  mengeluarkan hidrolase  mencernakan substansi sekitarnya  Bila kerusakan berat  seluruh sel akan dicerna/dihancurkan
Lisosom mengandung bahan bakterisidal  dpt m’bunuh bakteri yg sudah difagosit, sebelum menimbulkan kerusakan selular

Materi Kuliah D3 Analis Kesehatan Semester 1, Anatomi Fisiologi (Pendahuluan)


ANATOMI

1.1. Pengertian dan Ruang       Lingkup Anatomi
Anatomi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang struktur atau susunan tubuh.

Anatomi berasal dari kata :
Ana : ke atas
Tomy : memotong
Pendekatan pembelajaran Anatomi ada beberapa macam, yaitu :
Dengan mempelajari struktur tubuh pada tiap regiones shg disebut anatomi regional.
Dengan mempelajari setiap sistim disebut anatomi sistimatika.
Dengan mempelajari dari mulai konsepsi sampai tua disebut anatomi perkembangan.
Yang mempelajari sejak konsepsi sampai lahir disebut embryologi. Cabang embryologi yang khusus mempelajari anomali kongenital disebut teratologi.
Yang mempelajari pada tingkat molekul disebut biologi molekuler.

1.2. Istilah-istilah pada Anatomi
1.2.1. Istilah-istilah kata
Anterior : depan distalis : ujung
Dorsalis : punggung sinister : kiri
Inferior : bawah verticalis : tegak lurus
Externus : luar centralis : pusat
Proximalis : pangkal posterior : belakang
Medialis : tengah cranialis : kepala
Dexter : kanan internus : di dalam
Longitudinalis : panjang profundus : dalam
Ventralis : perut lateralis : samping
Superior : atas tranversalis : mendatar
Caudalis : ekor medius : tengah
Superficialis : dangkal
1.2.2. Posisi Anatomi
Tubuh dikatakan telah dalam posisi anatomi bila sikap berdiri tegak, kedua kaki merapat, wajah dan mata menghadap ke depan serta extremitas superior lurus menggantung pada sisi badan dengan telapak tangan menghadap ke depan.
1.2.3. Bidang Dasar
Bidang Median
Bidang Sagital
Bidang Frontal
Bidang Transversal/
    Horizontal

Bidang-bidang tersebut mempunyai axis, yaitu :
Axis sagitalis, untuk bidang frontalis
Axis transversalis, untuk bidang median dan sagitalis
Axis vertical atau longitudinal, untuk bidang horizontal
Gerakan-gerakan yang terjadi pada tubuh :
Gerakan pada bidang frontalis dengan axis sagitalis
gerakan abduksi  menjauh
gerakan adduksi  mendekat
Gerakan pada bidang sagitalis dengan axis transversalis
flexi  melipat/membentuk sudut
extensi  meluruskan
Gerakan pada bidang horizontal dengan axis longitudinalis
gerakan rotasi
1.2.4. Regio
Keterangan gambar :
Regio capitis
Regio cervicales
Regio thoracalis/pectoralis
Regio abdominalis
Regio pelvicus
Regio glutealis
Regio femoralis
Regio cruralis
Regio pes/pedis
Regio deltoidea
Regio brachium
Regio antebrachium
Regio manus

1.3. Struktur Tubuh Manusia
Jaringan
yaitu sekumpulan dari pada sel-sel yang serupa bentuknya, besarnya dan serupa pekerjaannya yang terkait menjadi satu

Organ
Yaitu sekumpulan bermacam-macam jaringan yang menjadi satu yang mempunyai fungsi khusus.
Susunan Tubuh
Yaitu suatu susunan dari organ-organ yang mempunyai pekerjaan tertentu yang terdiri dari :
Ilmu yang mempelajari bagian-bagian tertentu :
Osteologi  ilmu pengetahuan tentang tulang
Arthrologi  ilmu pengetahuan tentang sendi
Miologi  ilmu pengetahuan tentang otot
Splankhologi  ilmu pengetahuan tentang organ atau visera (alat dalam)
Neurologi  ilmu pengetahuan tentang saraf dan struktur saraf
Struktur sel
Membran Sel
Yaitu selaput sel yang tipis melindungi sel atau bagian sel yang ada didalamnya
Berfungsi untuk memasukkan zat yang diperlukan dan mengeluarkan zat yang tidak diperlukan
Membran sel merupakan lipida bilaminer, lipida membran plasma terutama fosfo lipida yang bersifat tidak jenuh. Selain fosfo lipida pada membran plasma terdapat kolesterol. Dalam membran plasma terdapat protein yang dapat berfungsi sebagai reseptor, dll


Nukleus
Yaitu inti sel
Terletak ditengah sel, merupakan pusat kegiatan kimiawi untuk hidupnya sel dalam mengatur pertumbuhan , perkembangan, dan pembelahan sel
Didalamnya ada materi genetik berupa asam nukleat, yaitu : DNA dan RNA
Molekul DNA tersusun dari dua rantai polinukleutida yang saling berpasangan
Molekul RNA tersusun atas polinukleutida yang saling berurutan, hanya membentuk satu rantai
Nukleutida tersusun atas :
deoxyribosa  untuk DNA
Gula
  ribosa  untuk RNA
adenin
purin
guanin
Basa
timin
pirimidin sitosin
urasil
Fosfat

DNA merupakan pembawa sifat yang diturunkan dari satu sel ke generasi sel beriktnya.
Mitokondria
Merupakan benda bulat kecil yang terletak dekat nukleus, fungsinya merupakan pusat tenaga untuk keaktifan sel.
Didalamnya mitokondria terdapat molekul DNA yang berbentuk sirkuler, tersusun atas dua rantai
Aparatus Golgi
Berfungsi untuk tempat sintesa polisakarin dan pengemasan protein yang berasal dari retikulum endoplasmix
Retikulum Endoplasmix
Yaitu yang digunakan sebagai tempat utama biosintesa protein dan lemak
Lysosom
Berisi enzim proteolisis untuk pencernaan sel
Pembelahan sel (perkembangbiakan sel)
Sel memperbanyak diri dengan tiga cara :
1. Amitosis, yaitu memperbanyak diri secara langsung dengan cara membelah diri satu menjadi dua, dua menjadi empat, empat menjadi delapan, dst. Sel yang membelah diri tersebut mempunyai sifat yang sama dengan induknya.


2. Mitosis, yaitu memperbanyak diri secara tidak langsung dengan cara membelah diri melalui beberapa fase :
Pembelahan mitosis








3. Memperbanyak diri dengan berjenis kelamin
Hubungan dan Komunikasi antar sel
sel dalam tubuh manusia saling berhubungan dan juga saling berkomunikasi
Jaringan Dasar Tubuh
Jaringan penutup
jaringan epithel
jaringan endokel
Jaringan penunjang
jaringan ikat
jaringan rawan
jaringan tulang
Jaringan otot
Jaringan saraf
Jaringan cairan
Jaringan Penutup
Yaitu jaringan yang menutupi tubuh bagian luar dan tubuh bagian dalam yang terdiri dari jaringan epitel dan jaringan endotel.

Jaringan Epitel
Yaitu jaringan penutup yang menutupi tubuh atau permukaan tubuh bagian luar dan bagian dalam yang berhubungan dengan udara
Didalam jaringan ini terdapat pembuluh darah diantara sel-selnya sehingga jaringan epitel banyak terdapat di permukaan kulit selaput lendir, jalan pernafasan dan pencernaan (alat viseral)


Bentuk-bentuk jaringan epitel
Bentuk jaringan epitel
berbentuk gepeng
berbentuk kubis
berbentuk selinder
Jaringan epitel yang menutupi tubuh bagian dalam, misalnya pada rongga mulut dan rongga hidung, menyerupai kulit basah dan disebut selaput lendir.

Kelenjar
Yaitu suatu jaringan yang terdiri dari sel-sel epitel (selaput lendir) yang berubah menjadi sel-sel kelenjar yang dapat menghasilkan getah.
Getah 
Getah yang berguna bagi tubuh disebut getah pakai
Getah yang tidak berguna bagi tubuh atau getah buang (ekskresi)
Jaringan Endotel
Yaitu jaringan penutup yang menutupi tubuh bagian dalam yang tidak berhubungan dengan udara.
Jaringan Penunjang
Yaitu sekumpulan sel khusus yang serupa bentuknya, besarnya dan pekerjaannya yang berfungsi menunjang dan menyokong berbagai susunan tubuh yang ada di sekitarnya.
Jaringan penunjang terdiri dari :
Jaringan ikat
Jaringan tulang
Jaringan rawan
Jaringan Ikat
Yaitu jaringan yang diantara sel-selnya terdapat banyak zat interseluler yang terdiri dari serabut-serabut kenyal dan serabut kolagen.

Bentuk dari bahan-bahan interseluler :
Bentuk amorfus (tanpa bentuk)
Berupa cairan
Seperti gas
Bersifat keras
Bentuk fibrosa (bentuk benang)
Benang-benang kolagen
Benang-benang retikuler
Benang-benang elastis
Sel jaringan ikat dibedakan menjadi 6 macam :
Sel makrofag
Sel mast
Sel fibroblas
Sel lemak
Sel plasma
Sel pigmen
Jaringan Ikat
Jaringan Tulang
Yaitu jaringa ikat yang keras, yang zat-zat interselulernya keras.

Macam-macam tulang :
Bersadarkan bentuknya 
Tulang panjang
Tulang pendek
Tulang pipih
Berdasarkan strukturnya 
Jaringan tulang muda
Jaringan tulang keras
Jaringan Rawan
Yaitu jaringan yang banyak mempunyai lubang-lubang kecil didalamnya banyak terdapat sel-sel rawan.

Macam-macam jaringan tulang rawan :
Kartilago hialain
Kartilago elastis
Kartilago fibrosa
Jaringan Otot
Otot Skelet/seran lintang
Otot Jantung
Otot Polos
myoepithelial
O T O T
Otot adalah jaringan yang mempunyai kemampuan khusus untuk berkontraksi
Kalau otot bekerja keras lama kelamaan sel otot menjadi besar (hipertropi) dan
Kalau otot tidak dipergunakan maka otot akan menjadi kecil (atropi)
Fungsi otot sebagai penggerak tubuh, termasuk anggota badan, usus, paru-paru.
Jaringan Saraf
Macam-macam saraf
Saraf sensorik
Saraf motorik

Jaringan saraf ada 3 unsur :
Unsur yang berwarna abu-abu
Unsur yang berwarna putih atau serabut saraf
Neuroglia sejenis sel pendukung dijumpai dalam sistem saraf yang menghimpun serta menopang sel saraf.
Jaringa Cairan
Jika darah ditampung dalam suatu tempat lalu dibiarkan, maka darah akan membeku dan akan terlihat dua bagian, yaitu :
Bagian yang cair warnanya kuning
Bagian yang membeku warnanya merah tua
Neuron